Entahlah...
Aku tak bisa berkata apa-apa lagi.
Orang yang bercerita padaku dan meminta saran, malah menjelekkan aku dan menjatuhkan aku.
Orang yang pernah meminta bantuan untuk menjemput kekasihnya, malah menjelekkan aku.
Masalah kalau datang pasti keroyokan.
Gak berani satu-satu.
Mantan udah punya pacar lagi.
Berati mantanku itu lebih keren dan lebih menarik dari aku.
Buktinya, setelah putus, banyak B yg bejejer minta formulir.
Meski dia udah punya pacar, masih aja ada yang usaha.
Aku?
Waktu itu disuatu pagi, ada yang bilang cinta padaku.
Tololnya aku kenapa aku ikuti permainannya?
Pake perasaan pula.
Ternyata, orang itu masih cinta dan masih sayang mantannya.
Ada lagi.
Dia nyaman sama aku.
Dia senang smsan sama aku.
Dia senang dengar suaraku.
Sampai kangen katanya.
Eh gak tau kenapa, ternyata hanya nyaman dan belum ada yang pernah gitu sama dia.
Ya sudah lah.
Dinikmati aja hidupku.
Aku gak mau cari si cinta lagi.
Kalau si cinta datang, aku juga bingung.
Mau lari atau ngadepin dia aja ya.
Au ah blebek.
Itu kalau datang.
Kalau gak datang, ya sudahlah.
Dan M.
Aku adalah aku. Dan adalah Dan. Pastikan seseorang akan datang, bukan padamu, tapi pada hatimu. Karena jika kamu menyentuh sesuatu dengan ketulusan, akan ada yang menyentuhmu kembali dengan ketulusan yang sama bahkan mungkin lebih. (Rie Yu)
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Mei 2011
Rabu, 09 Februari 2011
Kamu adalah Kekuatanku

"Sayang, kk mau cerita." suara yang keluar setelah ku memberi salam pada kekasihku.
"Cerita apa, sayang?" suara lembutnya sedikit menenangkanku.
"Si Z itu, udah kelewatan banget. Kk udah kyk pembantunya aja."
"Sayang, sabar ya. Kk pasti bisa mengatasinya kok."
"Tp, sayang, gmn?"
"Tanya diri kk sendiri, klo udah tau jawabannya, ksh tau dd. Tp kk hrs kuat, semua perbuatan itu ada balasannya. Dd jg gak mau klo kk jd pembantu dia. Gmn klo jd pembantu dd aja?"
"Wah, klo jadi pacar rangkap pembantu buat dd, kk ikhlas deh."
"Huu... Maunya..."
"Hehehehe..., Sayang. makasih ya."
"Makasih apa?"
"Makasih udah kasih solusi dan menenangkan kk."
"Sama-sama, sayang."
"Sayang, keluarganya papa nyebelin banget deh."
"Nyebelin gmn?"
"Masa kk pake rante di celana, rambut cepak gitu aja, dibilang jijik, geli, kayak anak apaan. Masa gitu aja gak boleh sie?"
"Sayang, klo di depan keluarga, kk harus bersikap normal, jangan kayak gitu. Biar dianggap baik. Kk anak baik-baik kan?"
"Iya, baik-baik."
"Klo gitu, kk bersikap wajar, Klo make rante pas di Jakarta aja, pas lg jalan. Oke, sayang?"
"Iya."
"Sayang, Taekwondonya gagal nembus."
"Gpp, sayang. Kan masih ada usaha yang lain."
"Iya, tapi kan kk pengen itu tembus."
"Sayang, tetap usaha ya, jangan menyerah."
"Iya."
Beberapa penggal dialogku ketika kita telepon atau smsan.
Kamu, kamu selalu menenangkanku.
Kamu selalu membuatku tersadar, bahwa hidup itu ada pahitnya.
Kamu adalah kekuatanku.
Dan terima kasih telah menerima semua kekuranganku dan semua kesederhanaanku.
Dan terima kasih telah menjadi Kekasihku.
I LOVE U.
:*
Dan M.
Selasa, 28 September 2010
....................
......
kubentuk senyum...
sederhana saja,sesederhana kanvas langit dgn lukisan awannya.
astaga...senja begitu indah menggoda..perlahan mengecup lembut bibirku romantis luar biasa,
menjemputku dalam dekapan hangat sempurna,
terserah...dan aku pasrah,
kau bawa aku tidur didadamu,lelap dalam hangat pelukmu,
mengalir dideru nafasmu yg lembab.
terasa nyaman dan mengikat.
tak ingin mengingat duka lara,tak ingin mengingat semua luka ,
tak ingin ...rasanya tak ingin bangun lagi melihat nyata,
kau begitu indah menggoda...kesadaranku tlah hilang sementara,tak ada lagi akal yg bicara,dan kuengahkan semua logika...
dan biar malam makin menengelamkan semua,..
Rie Yu, 26 September 2010
kubentuk senyum...
sederhana saja,sesederhana kanvas langit dgn lukisan awannya.
astaga...senja begitu indah menggoda..perlahan mengecup lembut bibirku romantis luar biasa,
menjemputku dalam dekapan hangat sempurna,
terserah...dan aku pasrah,
kau bawa aku tidur didadamu,lelap dalam hangat pelukmu,
mengalir dideru nafasmu yg lembab.
terasa nyaman dan mengikat.
tak ingin mengingat duka lara,tak ingin mengingat semua luka ,
tak ingin ...rasanya tak ingin bangun lagi melihat nyata,
kau begitu indah menggoda...kesadaranku tlah hilang sementara,tak ada lagi akal yg bicara,dan kuengahkan semua logika...
dan biar malam makin menengelamkan semua,..
Rie Yu, 26 September 2010
Rabu, 11 Agustus 2010
Apa Artiku di Hatimu?

Apa artiku di hatimu?
Dapatkah kau menjawabnya?
Sampai sekarang aku belum tahu apa artiku di hatimu.
Apa yang akan kau tanya?
Aku gundah?
Ya, aku gundah.
Semakin aku dekat denganmu, semakin aku tak mengenalmu dan semakin banyak rahasia yang kau simpan.
Mungkin kau sudah merasa tak nyaman bersamaku?
Tak apa, aku memang sering membuatmu tak nyaman.
Aku ingin dekat denganmu, tapi aku ingin mengenalmu.
Aku memang tak sempurna.
Aku memang bukan manusia yang baik di hatimu.
Bila ada yang lebih baik dariku, kenapa tidak?
Tapi aku takkan melepaskanmu, kau yang harus melepaskanku apabila kau sudah tak nyaman denganku dan kau dapat yang lebih baik dariku.
Aku menyayangimu, sangat menyayangimu.
Tapi apabila rasa sayangku dan rasa cintaku telah membuatmu terbelenggu dan sesak, berbuatlah bijak padaku.
Kau tahu, hati ini sedang galau, galau, dan galau.
Minggu, 01 Agustus 2010
Ganteng ya?

Sebenarnya aku bukan orang yg narsis. Tp semenjak aku menjadi kekasihnya (Rie Yu), aku jd orang yg narsis.
Klo di FB blg, update status. Klo aku blg, update photo. Update photo? Hm... Istilah yg bagus.
Aku jg gak tahu knp aku jd narsis. Ya gak narsis-narsis amat sie. Cuma klo lg mau photo aja, demi dia.
Di FB aku terkadang krm photoku untuk dia.
Pernah suatu hari aku update status di FB:
Dan lg gila. Ada yg mau lihat Dan pake gaun gak? Tapi hrs ada minimal 10 org yg minat.
Alhasil, 15 org like this dan 11 org komen.
Aji gile, demen amat yak lihat Dan jd aneh.
Ada satu komen yg membuat aku tertawa terpingkal-pingkal.
Kekasihku berkomentar:Gak mau ah, tar dd kesaing.
Jiahahahahahaha...
Aku cuma bs tertawa terbahak-bahak karenanya.
Ada cerita tentang dia td siang.
Aku pernah blg klo aku takkan pernah bosan bersmsan dg dia.
Satu sms dia berbunyi spt ini:
Kekasihku:Kk, wkt itu hape dd dibuka sm teman dd yg cwo. Trus dia lihat photo kk.
Aku:Trus?
Kekasihku:Dia langsung blg, "Oo... Ini Aa' nya... Ganteng..."
Dalam hati kekasihku berucap, "ya ampun gak ngeh klo kk cwe. ckckckck"
Aku hanya bs mesam-mesem dan tertawa terbahak-bahak setelah membaca sm dia.
Aku:Berarti kk lbh ganteng dr teman dd itu dong?
Kekasihku:Iya.
Dan tak brp lama kemudian aku krm photoku lg untuknya.
Photo yg br aku ambil semalam sebelum berangkat kondangan.
Apa reaksinya, "kk ganteng."
Aku hanya bs tersenyum.
Selasa, 06 Juli 2010
Selingkuh

Selingkuh?
Sebenarnya, apa sih selingkuh itu?
Ada gak sih dari kalian yg pernah selingkuh?
Jujur, sejujurnya, aku pernah selingkuh.
Tak pernah terpikir olehku, aku melakukan hal itu.
Aku, yg mengagungkan kata setia saat blm menjalin suatu hubungan, ternyata kalah dg kata, selingkuh.
Sebenarnya, kita sama-sama selingkuh.
Tapi, aku lebih menyayangi kekasihku saat itu.
Dan sekarang, akan ku buang jauh-jauh kata tersebut.
Akan ku buang jauh-jauh kegiatan itu.
Aku tak ingin menyakiti kekasihku saat ini, seperti aku menyakiti kekasihku saat itu.
Aku menyayanginya setulus hatiku.
Aku mencintaimu setulus hatiku.
Aku tak akan membuatmu terluka.
Aku akan menjaga hatiku, agar selalu dan tetap bersamamu.
Aku berjanji, takkan melakukannya padamu, kekasihku.
Kamis, 10 Juni 2010
Berbagi ilmu yg telah ku cari. II. Tentang sebuah Kasus
Pasien bernama Ny. Tm, 27 tahun.
Masuk kamar bersalin tanggal 7-3-2004 pukul 04.15, kiriman/rujukan dari Bidan Ng. Puskesmas Nongkojajar-Kabupaten Pasuruan.
Alasan rujukan : Inpartu G3 P2002 dengan tali pusar tumbung. Ibu tersebut sudah waktunya melahirkan dan hamil anak ketiga. Sebelumnya pasien sudah melahirkan dua kali bayi hidup. Tali pusat menjulur keluar jalan lahir.
Riwayat penyakit (sumber dari penderita) tanggal 6-3-2004 pukul 17.00 perut penderita merasa kenceng-kenceng. Pada pukul 24.00 penderita dibawa ke bidan Ng. karena ketuban telah pecah dan tali pusar ikut keluar.pasien menerangkan bahwa ibu tidak lagi merasakan gerak bayi sejak jam 24.00. Bidan Ng. tidak ikut serta mengantar ke RSSA.
Pasien diterima pertama kali oleh Kapt. dr. Z. bersama dengan AKP. dr. At dan dr. Js. Mereka bersama-sama melakukan pemeriksaan pasien (dengan langkah-langkah (1) mendengar keluhan utama; (2) anamnesa seperti menanyakan haid, kebiasaan, riwayat persalinan sebelumnya; (3) pemerikasaan standar umum; kemudian (4) pemeriksaan khusus (kebidanan) karena kehamilan sudah di atas 20 puluh Minggu in casu 39-40 minggu langkah berikutnya ialah (5) pemeriksaan obstetri al. pemeriksaan auskultasi dengan alat doppler yang kemudian dilakukan (6) pemeriksaan tambahan dengan pemeriksaan darah lengkap kemudian baru (7) langkah menyimpulkan/membuat diagnosis. Setelah seluruh langkah-langkah pemeriksaan itu dijalankan, mereka berkonsultasi pada dr. Fa. yang kemudian melakukan pemeriksaan menurut standar kebidanan dengan cara yang sama pula. Kemudian mereka membuat diagnosis sebagai berikut. Ibu hamil anak ketiga; melahirkan bayi hidup dua kali; tidak pernah keguguran; dalam fase akan melahirkan; usia kehamilan 39-40 minggu; bayi tunggal mati dalam rahim disertai tali pusar menjulur (sudah tidak berdenyut dengan memar); dan ketuban sudah pecah.
Setelah itu, dr. Fa. berkonsultasi kepada dr. Ha. yang juga melakukan pemeriksaan dengan cara yang sama dan hasil diagnosis yang sama pula. Kemudian diagnosis tersebut dikonsultasikan dan diteruskan pada Chief Jaga (dr. IW.) yang kemudian juga memeriksa lagi pasien dengan cara yang sama. Diagnosis dr. IW. ternyata sama pula dengan diagnosis para dokter yang memeriksa sebelumnya. Diagnosis dr. IW. adalah : “Ibu hamil ketiga; melahirkan bayi hidup dua kali; tidak pernah keguguran; dalam fase akan melahirkan; usia kehamilan 39-40 minggu; bayi tunggal mati dalam rahim; serta tali pusat menjulur (sudah tidak berdenyut), dan ketuban sudah pecah”.
Dengan dasar diagnosis (oleh lima dokter sebelumnya, oleh dr. Ha dan dr. IW.) yang hasilnya sama maka setelah segenap anggota tim dan Chief Jaga (sesuai dengan prosedur operasional tindakan medis dalam kasus persalinan dengan kondisi seperti hasil diagnosis) mengambil keputusan sebagai berikut :
a. Menunggu persalinan spontan
b. Pemberian informasi dan edikasi pada ibu dan keluarganya
c. Observasi dan kondisi ibu dan kemajuan proses persalinan
d. Evaluasi setiap dua jam
Dua jam kemudian, pukul 06.15 diadakan evaluasi pertama yang dilakukan oleh dr. Ka., hasilnya dinyatakan bahwa “persalinan berjalan dengan baik, kondisi ibu baik, pembukaan leher rahim mencapai 8cm (semula hanya 6cm), diagnosis lain tetap”. Direncanakan untuk dievaluasi dua jam kemudian.
Dua jam kemudian, pukul 08.15 diadakan evaluasi kedua oleh dr. Ka., yang hasilnya dinyatakan bahwa “ibu sudah memasuki waktu pengeluaran bayi (pembukaan jalan lahir sudah lengkap atau 10cm), namun posisi kepala tetap tidak menurun, dan diagnosis lain tetap”.
Setelah membuat diagnosis hasil evaluasi tahap kedua, dr. Ka. melapor kepada dr. IW. yang kemudian juga memeriksa dan membuat diagnosis yang sama dengan diagnosis dr. Ka.
Oleh karena kontraksi rahim yang sudah menurun, keadaan ibu sudah kelelahan, sedangkan air ketuban habis (telah pecah 8 jam yang lalu), berarti persalinan kering, posisi kepala tetap tidak menurun sehingga tim jaga memprediksi bahwa bayi tidak akan lahir spontan. Apabila waktu persalinan akan lebih lama maka mengancam keselamtan nyawa ibu (diagnosis dr. Ka. dan dr. IW.) berdasarkan pertimbangan itu tim medis memutuskan untuk segera menolong persalinan dengan bantuan alat cunam muzauex.
Setelah tim medis memutuskan untuk membantu persalinan dengan menggunakan cunam muzauex, sesuai prosedur RS pendidikan, dr. IW. berkonsultasi kepada dr. Wo., SpOG sebagai supervisor untuk meminta pendapat dan persetujuan. Setelah mengemukakan diagnosis dan alasan-alasannya, kemudian dr. Wo., SpOG memberikan persetujuannya untuk membantu persalinan dengan menggunakan cunam muzauex.
Langkah persiapan alat-alat dilakukan oleh Ibu Bidan Ha. dengan dibantu oleh dr. Ka. agar ibu mengejan sambil kulit kepala bayi dipandu dengan jepitan cunam muzauex oleh dr. IW. Kurang lebih satu menit kepala bayi turun pada jalan lahir, setelah cunam dilepas lahirlah seorang bayi hidup jenis kelamin laki-laki degan berat 18000gram dan menangis berarti dalam keadaan sehat. Pada kulit kepala didapatkan dua luka lebar 1cm sedalam kulit kepala dan tidak mengeluarkan darah. Luka dirawat oleh dr. Ka. Dan dijahit masing-masing satu jahitan dengan maksud agar tidak infeksi. Selain itu, didapatkan dua tali pusat yang satu milik bayi I yang sudah lahir hidup dan satunya lagi sejak awal sudah keluar dan tidak berdenyut milik bayi II mati dalam rahim.
Bayi I yang hidup diterima oleh Ibu Bidan Ha. segera dilakukan perawatan, lukanya dijahit satu jahitan (untuk mencegah infeksi) oleh dr. Ka. Oleh karena ada dua tali pusar, maka dr. IW. melakukan evaluasi ulang, ternyata ada saty bayi lagi dalam perut ibu dengan posisi sungsang dan sudah mati dalam kandungan. Dengan dibantu oleh dr. Ha. bayi kedua (mati) dapat lahir dengan cara dan prosedur persalinan sungsang.
Bayi II lahir (mati) dan diterima Ibu Bidan Ti. Kondisi bayi berat 2500 gram, maserasi tingkat I (telah mati lebih dari 8 jam. Tanda-tanda kematian pada jasad bayi, yakni kulit memutih keabu-abuan, mengelupas di dada, otot teraba lunak, dan kulit teraba seperti derik). Sesuai dengan tanda-tanda tersebut, diprediksi bayi II telah meninggal dalam rahim ibu lebih dari 8 jam sebelum persalinan.
Kemudian diadakan Analisis Retrospektif (setelah persalinan), dan diperoleh fakta-fakta medis sebagai berikut :
a. Ibu datang ke kamar bersalin dalam keadaan inpartu (akan bersalin/otot rahim tegang), kehamilan kembar, satu hidup dan satu mati.
b. Posisi kedua janin dalam rahim intrauterin adalah sebagai berikut :
1). Bayi I hidup, bagian terendah kepala, posisi di bawah tertindih bayi kedua.
2). Bayi II mati, bagian terendah bokong, posisi di atas bayi I dengan tali pusat sudah keluar dan tidak berdenyut
3). Kehamilan ini adalah 1 (satu) ari-ari; 1 (satu) amnion; dan 1 (satu) chorion.
c. Tali pusat yang sudah keluar dan tidak berdenyut adalah milik bayi II yang sudah meninggal dengan bagian terendah bokong.
d. Tarikan cunam muzauex dilakukan atas dasar : (a) bayi tidak dapat lahir spontan karena adanya massa menyerupai meningocele yang ternyata paha bayi II yang berada di atas bayi I. Persalinan kering, keadaan ibu kelelahan, kontroksi rahim menurun, tidak dapat ditunggu lebih lama karena akan membahayakan jiwa ibu dan (b) dengan persetujuan dr. Wo., SpOG. sebagai supervisor/konsulen tim jaga.
Dari kasus ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
a. Langkah-langkah observasi dan pemeriksaan terhadap Ny. Tm. guna mandapatkan fakta-fakta medis yang dijadikan dasar penarikan diagnosis bayi tunggal dan mati sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional penanganan sehingga dipandang patut dan benar. Demikian juga fakta-fakta medis yang diperoleh dari hasil pengamatan dan pemeriksaan medis yang dijadikan dasar diagnosis dari sudut ilmu kedokteran telah dipandang patut dan benar. Oleh karena itu, kesimpulan bayi tunggal dan mati walaupun salah masih dapat ditoleransi untuk dipandang patut.
b. Oleh karena menarik kesimpulan bayi tunggal dan mati dipandang patut dan benar maka menetapkan terapi dengan membantu kelahiran dengan bantuan cunam muzauex dipandang patut dan benar pula.
c. Dalam observasi/pemeriksaan yang mendapatkan data-data medis sebagai dasar menarik simpula bayi tunggal dan mati dengan cara/prosedur standar umum dan kebidanan, dengan tidak menggunakan USG berdasarkan tidak ditemukannya indikasi medis untuk menggunakan USG juga telah dipandang patut dan dibenarkan.
d. Langkah-langkah perlakuan medis persalinan Ny. Tm. sejak awal pemeriksaan sampai menetapkan terapi untuk segera membantu persalinan dengan cunam muzauex beserta alasan-alasannya (antara lain, tidak mungkin dapat melahirkan spontan karena ibu kelelahan, persalinan kering, posisi kepala tetap tidak menurun) dan yang telah mendapat persetujuan supervisor kemudian melaksanakannya telah dipandang patut dan benar.
e. Berdasarkan alasan-alasan tersebut yang diperkuat dari hasil analisis retrospektif yang mendapatkan data-data medis yang akurat (misalnya letak bayi dan selisih berat bayi I dan bayi II) yang membuktikan bahwa perlakuan pelayanan medis persalinan Ny. Tm. dengan dibantu alat cunam muzauex dapat dipandang sebagai upaya medis luar biasa dalam keadaan overmacht untuk menyelamatkan jiwa ibu.
f. Terdapat dua luka lebar 1cm sedalam kulit kepala bayi I tidak termasuk luka yuridis sebagaimana dimaksud pasal 360 ayat (2) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
g. Tim Medis RSSA yang dalam hal melakukan pelayanan persalinan bayi kembar Ny. Tm. tidak terdapat culpa lata medis yang membentuk pertanggungjawaban hukum pidana.
h. Menurut kajian hukum pidana kasus ini bukan malapraktik pidana. Belum patut diangkat sebagai kasus pidana karena belum termasuk malapraktik pidana.
i. Dalam kasus ini kiranya diperoleh temuan hukum sebagai berikut :
1). Diagnosis salah tidak patut dipersalahkan pada dokter apabila pemeriksaan dan observasi telah dijalankan sesuai standar profesi dan standar prosedur operasional dan pekerjaan analisis telah dilakukan secara benar terhadap fakta-fakta medis yang patut dan benar dalam menghasilkan diagnosis tersebut.
2). Sikap batin dalam menetapkan terapi yang telah sesuai dengan diagnosis yang ditarik melalui pemeriksaan yang sesuai standar profesi dan standar prosedur atas fakta-fakta medis yang benar, bukan merupakan culpa meskipun kemudian ternyata diagnosis salah.
3). Menggunakan suatu alat/cara dalam penanganan medis dipandang benar dan wajar apabila ditemukan indikasi medis yang membenarkan untuk menggunakan alat tersebut. Kesalahan diagnosis bukan merupakan culpa lata medis dalam pilihan pemeriksaan menurut standar profesi dan standar prosedur telah dijalankan karena tidak ada indikasi untuk penggunaan alat/cara yang lebih baik (tidak mengguunakannya) meskipun tingkat ketepatan diagnosisnya lebih tinggi.
4). Melakukan pertolongan medis untuk menyelamatkan jiwa ibu dalam suatu persalinan harus merupakan pilihan utama dengan pilihan tindakan medis yang mengandung risiko paling ringan.
5). Keslahan diagnosis atau kesalahan terapi tidak membebankan pertanggungjawaban pidana apabila tidak berakibat kematian atau luka sebagaimana ditentukan dalam hukum pidana.
6). Luka sedalam kulit kepala bayi bukan merupakan luka sebagaimana yang dimaksud pasal 360 ayat (2) KUHP.
Tuntutan atau gugatan dapat ditujukan kepada dokter dan Rumah Sakit. Dokter dapat dituntut dengan tuntutan pidana, perdata dan administrasi. Dokter dapat dituntut pidana yaitu dengan sanksi hukuman penjara atau denda, dokter dapat dituntut perdata yaitu dengan sanksi penggantian kerugian untuk korban, dan dokter dapat dituntut administrasi dengan sanksi pencabutan izin praktek. Rumah Sakit dapat dituntut dengan tuntutan perdata dan administrasi. Dengan tuntutan perdata yaitu dengan sanksi penggantian kerugian untuk korban dan dengan tuntutan administrasi yaitu dengan sanksi pencabutan izin usaha rumah sakit tersebut.
09 April 2010
Dari skripsiku.
Berbagi ilmu yg telah ku cari. "Malapraktik Kedokteran" Dari segi hukum.
Berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap dokter, maraknya tuntutan hukum yang diajukan oleh masyarakat terhadap dokter, seringkali diidentifikasikan dengan kegagalan upaya penyembuhan dan pertolongan medis yang dilakukan oleh dokter.
Sebaliknya apabila tindakan medis dan pertolongan medis yang dilakukan dapat berhasil, dianggap berlebihan, padahal dokter dengan peringkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya hanya berupaya untuk menyembuhkan dan menolong persalinan, dan kegagalan penerapan ilmu kedokteran dan kebidanan tidak selalu identik dengan kegagalan dalam tindakan.
Malapraktik adalah tidak sama dengan kelalaian.
Kelalaian memang termasuk dalam arti malapraktik, tetapi di dalam malapraktik tidak selalu harus terdapat unsur kelalaian.
Malpractice mempunyai pengertian yang lebih luas dari pada negligence
Karena selain mencakup arti kelalaian, istilah malapraktik pun mencakup tindakan-tindakan yang dilakukan dengan sengaja dan melanggar undang-undang.
Di dalam arti kesengajaan tersirat adanya motifnya.
Sedang arti negligence lebih berintikan ketidaksengajaan (culpa), kurang teliti, kurang hati-hati, acuh, sembrono, sembarangan, tidak peduli terhadap kepentingan orang lain.
Namun akibatnya yang timbul memang bukanlah menjadi tujuannya.
Jadi malapraktik kedokteran adalah dokter melakukan malapraktik itu apabila dokter melakukan tindakan yang di luar kompetensi dia (keahlian/spesialis bidangnya), karena dokter ada bidangnya masing-masing.
Sedangkan untuk pengertian Medical Error/Kelalaian Medis, adalah dokter yang melakukan kelalaian dalam praktik dan tanpa ada niat atau tidak sengaja.
Akan tetapi, apabila kelalaian tersebut membuat matinya pasien, maka dokter tersebut dapat terkena sanksi pidana, dan apabila kelalaian tersebut membuat cedera pasien, dokter dapat terkena sanksi pidana atau perdata atau teguran bilamana korban atau keluarga korban melapor, bila tidak melapor, dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Criminal malpractice/malapraktik kriminal adalah dokter yang melakukan malapraktik disertai dengan niat atau dengan sengaja, seperti aborsi, memperkosa pasien di ruang praktik, dan sebagainya. Dan itu merupakan tindak pidana.
Hubungan hukum Malapraktik Kedokteran dengan medical error dan criminal malpractice adalah medical eror tidak disengaja atau tidak ada niat, tapi dapat dihukum dan sifatnya lalai.
Kalau criminal malpractice artinya sengaja berbuat dan disertai dengan niat, medical error adalah kesalahan sedang criminal malpractice adalah memang kriminal, malapraktik bukan medical error, kalau praktik pengguguran kandungan merupakan criminal malpractice.
Tindakan hukum (penyelesaiannya) apabila terjadi medical error atau criminal malpractice dalam suatu kasus Malapraktik Kedokteran adalah medical error kesalahan yang tidak disengaja. Kalau dengan niat berarti criminal malpractice, semuanya dapat dihukum, medical error ke MKDKKI dulu, kalau memang berat baru ke Polisi.
09 April 2010
Dari skripsiku.
Berhenti Mencintaimu
Apabila dengan mencintaimu, membuatmu tersakiti
Aku akan berhenti mencintaimu
Apabila dengan mencintaimu, membuatmu selalu terluka
Aku akan berhenti mencintaimu
Apabila dengan mencintaimu, membuatmu seperti terpenjara
Aku akan berhenti mencintaimu
Aku akan berhenti mencintaimu selamanya
Itulah janjiku
Walaupun keajaiban datang, aku takkan mencintaimu
Aku berhenti berharap
Aku berhenti berharap
Aku berhenti berharap
Aku takkan mengharap apapun darimu
Apabila persahabatan itupun telah menoreh luka di hatimu
Aku memohon padamu, jangan pernah menganggap aku sahabatmu
Apabila dengan mencintaimu, membuatmu merasa aku orang yang haram
Aku akan berhenti mencintaimu, mulai detik ini
Mulai detik ini, aku akan berhenti mencintaimu
Aku akan berhenti mencintaimu
Apabila dengan mencintaimu, membuatmu selalu terluka
Aku akan berhenti mencintaimu
Apabila dengan mencintaimu, membuatmu seperti terpenjara
Aku akan berhenti mencintaimu
Aku akan berhenti mencintaimu selamanya
Itulah janjiku
Walaupun keajaiban datang, aku takkan mencintaimu
Aku berhenti berharap
Aku berhenti berharap
Aku berhenti berharap
Aku takkan mengharap apapun darimu
Apabila persahabatan itupun telah menoreh luka di hatimu
Aku memohon padamu, jangan pernah menganggap aku sahabatmu
Apabila dengan mencintaimu, membuatmu merasa aku orang yang haram
Aku akan berhenti mencintaimu, mulai detik ini
Mulai detik ini, aku akan berhenti mencintaimu
20 Maret 2010
Tersenyum
Seperti ribuan anak panah menancap hatiku.
Linu, nyeri, semua menjadi satu dalam rasa sakit di hatiku.
Padahal telah ku yakinkan hatiku, janganlah kau sakit.
Tapi ternyata hati ku masih berhati manusia.
Salahku menanyakan hal itu.
Ternyata kau tak seperti yang ku pikirkan.
Kau lebih berpihak padanya, menurutku.
Jawaban apapun yang kau berikan, aku terima.
Aku akan tetap tersenyum padamu.
Karena rasa suka, rasa cinta, rasa cemburu dan rasa benci, adalah hak tiap manusia.
Karena kupahami, cinta tak harus dimiliki.
Karena cinta itu akan terus mengalir, tanpa harus memiliki.
Aku menyukaimu dengan sepenuh hatiku.
Aku menyayangimu dengan sepenuh hatiku.
Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku.
Aku akan tetap tersenyum padamu, maukah kau tersenyum padaku?
Aku akan ada, bila kau mengharapkan kedatanganku.
Dan aku akan selalu ada.
Tersenyumlah padaku, manis.
Linu, nyeri, semua menjadi satu dalam rasa sakit di hatiku.
Padahal telah ku yakinkan hatiku, janganlah kau sakit.
Tapi ternyata hati ku masih berhati manusia.
Salahku menanyakan hal itu.
Ternyata kau tak seperti yang ku pikirkan.
Kau lebih berpihak padanya, menurutku.
Jawaban apapun yang kau berikan, aku terima.
Aku akan tetap tersenyum padamu.
Karena rasa suka, rasa cinta, rasa cemburu dan rasa benci, adalah hak tiap manusia.
Karena kupahami, cinta tak harus dimiliki.
Karena cinta itu akan terus mengalir, tanpa harus memiliki.
Aku menyukaimu dengan sepenuh hatiku.
Aku menyayangimu dengan sepenuh hatiku.
Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku.
Aku akan tetap tersenyum padamu, maukah kau tersenyum padaku?
Aku akan ada, bila kau mengharapkan kedatanganku.
Dan aku akan selalu ada.
Tersenyumlah padaku, manis.
15 Maret 2010
Langganan:
Postingan (Atom)